Psikologi Isi Teko

Ada sedikitnya 10 mekanisme bertahan (defence mechanism). Salah satunya adalah Pelampiasan (displacement).

Menurut ilmu psikoanalisanya Freud, Pelampiasan ini adalah emosi yang kita tumpahkan ke pihak-pihak yang LEBIH LEMAH dari kita… karena kita nggak mampu atau nggak berani menyatakannya ke orang yang sesungguhnya berurusan dengan kita.

Atau bisa juga merupakan pelampiasan karena marah pada ‘kehidupan’ dan ‘Tuhan’

Seorang suami, digencet bossnya. Eh pelampiasannya ke istri dan anak

Seorang istri, digencet atasannya dan suaminya… pelampiasannya ke anak.

Ortu yang didera kebutuhan hidup dan salah perhitungan (misalnya terlanjur punya anak banyak karena terkecoh omongan nggak mutu dari tetangga : anak kan bawa rejekinya sendiri), ternyata secara ekonomi malah semakin berat ketika anaknya banyak…. lalu melampiaskan ke anaknya dengan mengatakan “Anak kok cuma jadi beban saja!!! Anak nggak tahu diri..!”

Anaknya lantas depresi karena nggak bisa melampiaskannya ke mana-mana, lalu dikatai ‘kurang beribadah sih! makanya kamu depresi’

Ketika anaknya melawan, nggak mau dijadikan sasaran displacement, lalu dikatai ‘kamu durhaka…!!’


Bapak-ibu, aku di sini mengajak kita semua untuk membangun diri menjadi ORANG TUA YANG KUAT DAN MAMPU MENJAGA ANAK-ANAKNYA…

Kita kan nggak melahirkan mereka supaya bisa kita jadikan ‘sansak emosi’ kita to…? Mereka tidak kita lahirkan untuk dijadikan pelampiasan atas ketidakmampuan kita mengelola emosi to…?

Yuk, please… Kita menyembuhkan diri, agar anak kita nggak jadi ‘sakit’ karena memiliki ortu kayak kita….

Sudah banyak korban kita : generasi yang patah, terluka, dan kehilangan semangat juang.

Padahal, kita menitipkan masa tua kita kepada generasi ini. Bayangkanlah kita menua di negeri yang dipimpin dan dikelola ‘orang-orang frustrasi, pemarah, dan menyimpan dendam’…. emangnya enak…? Emangnya nyaman..?

Penulis: Nana Padmosaputro

About Ricke Senduk

Jurnalis, Penulis, tinggal di Jakarta Selatan