Secara Rohani Juga Perlu Bugar

Seide.id -Saya pernah menulis soal menua secara jasmani. Ya, itu semua yang saya bahas ihwal jasmani, serta jasmani yang dipengaruhi pula oleh faktor jiwa, yakni adanya stressor dalam hidup.

Sama pentingnya dengan urusan jasmani, soal rohani, soal bagaimana sikap kita terhadap hidup dan kehidupan. Melihat begitu banyak orang membutuhkan healing, karena tidak seimbangnya jasmani dan rohani, saya memilih tidak mau seperti kebanyakan orang di dunia, yang tak habis-habis mengejar duniawi. Sebagaimana yang saya sampaikan di seminar saya Sehat itu Murah, bahwa yang tak habis-habis mengejar duniawi itu sebagai gejala treadmill hedonism, berlari terus mengejar duniawi, lupa kalau kepuasan tidak ada batas tertinggi, yang karenanya sukar kita meraih rasa berbahagia.

Saya memilih berhenti praktik dokter, sejak pensiun Depkes lebih 15 tahun lalu, dan bukan berarti saya hanya ongkang-ongkang kaki melainkan masih tetap beraktivitas, namun melakoni aktivitas yang tidak membuat saya stress, dan saya bisa happy. Ada passion di sana. Saya memilih berhenti praktik untuk kesibukan menyampaikan seminar, roadshow seminar, talkshow, ke banyak kota, sebagaimana mimpi saya selesai dinas ASN saya ingin melayani, agar saya bisa menjadi berkat untuk semakin banyak orang, sampai hari ini.

Saya menulis buku kesehatan, menulis puisi, dan menjawab surat konsultasi di FB, WAG, email dan WA pribadi secara gratis, dan itu sudah berlangsung lama hingga hari ini. Bangun subuh untuk melayani itu, dan saya happy. Secara rohani saya bugar, saya merasa bahwa sebagai manusia saya sudah selesai. Saya sudah menyusun rencana ini jauh-jauh hari sejak masih aktif praktik, saya menabung, saya mempersiapkan bila selesai hari kerja praktik saya nanti, saya menetapkan diri kalau saya sudah cukup, enough is enough, sak madyo, ya ada rumah ada mobil, dua anak sudah mentas. Saya sudah mempersiapkan semua, dan sekarang tinggal memetik. Banyak waktu untuk berkumpul dengan teman lama, tetangga, ketemu teman baru, merasa diri masih dibutuhkan, diundang seminar, bicara, dan hidup rasanya terus berwarna, dan bergairah.

Dengan pilihan memutuskan diri untuk “menepi”, selesai dengan kesibukan lama, selalu ada yang menyenangkan dari hari ke sehari, ada saja kesempatan ketemu kenalan baru, mendapatkan teman baru dari seminar, dari FB yang belum pernah ketemu tapi sudah memberikan resep obat karena kondisi sakitnya secara cuma-cuma, dan itu kepuasan tak terhingga. Melayani siapa saja bahkan yang belum saya kenal, merupakan kepuasan tersendiri. Juga bila tetangga minta konsultasi, serta sahabat dan kerabat juga, hidup sebagai dokter pensiunan betapa indahnya.

Saya sadar betul uang dan harta berlebihan belum tentu bisa membawa saya ke sini. Membawa saya berbahagia. Itu pula berkat dari hidup yang tidak perlu terus dikejar, atau terus mengejarnya. Mengalir dan menjadi berkat bagi semakin banyak orang, memberi manfaat buat orang lain, dan paling kurang membuat orang lain bisa tersenyum, dan tertawa.

Salam menikmati hidup ini yang sesungguhnya betapa indahnya.

Yang terus menjadi murid kehidupan,
Dr Handrawan Nadesul

Umur Harapan Hidup Bisa Diulur

handrawan nadesul

About Dr Handrawan Nadesul