Seide.id -Tahukah Anda. Di antara makhluk bernama wanita dan pria, mana yang paling menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan?
Yap betul. Wanita.
Menurut The American Consumer, seorang wanita – terlepas dari muda, tua, lajang, menikah ataupun janda, terbukti lebih suka dan lebih sering traveling atau liburan ketimbang pria.
Bahkan dalam sebuah hubungan pria dan wanita, yang lebih banyak merencanakan detil perjalanan, merekomendasikan destinasi favorit, melakukan research tentang sebuah trip adalah wanita. Kalau di rumah, ya istri sayalah.
Kalau seorang suami males diajak jalan bareng, wanita malah justru lebih senang traveling dengan teman-teman wanitanya, tanpa merasa perlu ada pria. Terbukti 73% wanita malah tidak masalah melakukan solo travelling.
Menurut survei “Women and the WorldTravel Survey” dari 600 orang wanita asal Singapura, Malaysia, Thailand dan Indonesia, ternyata satu dari tiga wanita (36%) melakukan perjalanan sendiri untuk rekreasi.
Apa sih yang dicari kalau wanita traveling? Kali ini menurut hasil penelitian Yesawich, Pepperdien, Brown & Russell, 87% wanita pergi jalan-jalan untuk melihat indahnya pemandangan. Sesederhana itu.
Beda dengan pria yang rata-rata isi batok kepalanya ngesek melulu, kawin melulu, atau poligami melulu, indahnya alam ciptaan Tuhan ini tidak terlalu penting. Yang penting kebutuhan biologisnya tersalur dulu. Bahkan setelah mati, yang dibayangin saat masuk sorga nanti (kalau lolos) bukan indahnya sorga, tapi nikmatnya bidadari. Nah habis itu baru deh traveling keliling sorga? Ya enggaklah. Tapi sleeping.
Jadi saya tidak kaget kalau ada pakar kesehatan gender seperti dokter Marianne J. Legato sampai menulis salah satu bukunya berjudul “Kenapa Pria Lebih Cepat Mati Ketimbang Wanita”. Tuh!
Dan jangan heran kalau wanita yang mencintai keindahan alam dengan segala isinya, ternyata umurnya jauh lebih panjang ketimbang pria yang semata-mata lebih mencintai keindahan wanita walau dengan segala isinya.
Akhirnya, fakta membuktikan kenapa wanita seumur hidupnya bisa bahagia, dan merdeka tanpa pria, sementara pria malah jadi merana, gila dan cepat dipanggil Yang Kuasa tanpa wanita.
Ramadhan Syukur






