Menyimak Makna Suara dan Saling Mendengarkan- Menulis Kehidupan 288

Foto : Fabrizio Brugnoni/Pixabay

Satu keadaan Milenial yang dialami adalah sulitnya saling mendengarkan dan saling peduli. Relasi antar pribadi, entah dalam keluarga, suku, tetangga, komunitas dan di lingkungan sosial sehari-hari berubah total. Relasi karena saling menghargai, saling menghargai, atas dasar kasih sayang dan persaudaraan memang makin langkah. Yang terjadi, adalah relasi karena kepentingan prakmatos atas dasar harga dan angka, karena uang.

Maka, suara sesama saudara makin jarang didengar dan dipedulikan. Apalagi mereka yang kurang beruntung, miskin papa dan menderita. Suara dan kehadirannya diabaikan. Maka, saya tulisan pwngalaman dan refleksi itu dalam sajak:

Suara-suara Tanpa Warna

Ada yang melukis suara
melukis di kanvas waktu
Suara orang tak bersuara
air mata mereka bicara
kurus kurang gizi berkata
lara derita duka menjerit
ribuan pengungsi komat kamit
lapar haus yang berteriak
sakit terkapar mati berbisik
korban senjata diam bisu
Lukisan suara tanpa warna
Potret suara sosok peradaban
Kelana jiwa raga manusia

Suara rakyat suara Allah
coba diwarnai hitam putih
Hasilkan harmoni paradoks fakta
Kaya miskin, pemodal buruh
Tuan hamba, Penguasa rakyat
Baik buruk, Adil tertindas
Suci dosa, Benar salah
Kuat lemah, Untung malang
Penindas korban, bahagia derita
Dan
masih banyak fakta oposisi
ketika suara tak berwarna
ketika suara tak bermakna
ketika kata-kata sampah
ketika banjir kata-kata
Entah untuk apa siapa
Entah warnanya apa

Aneka ragam suara digital
menguasai ruang dan waktu
diproduksi mesin teknologi canggih
Mencengkram nafas jiwa raga
Membius rasa nalar manusia
Menguasai aliran darah insani
Nurani tak berdaya terkulai
Gemuruh suara tanpa warna
Suara orang tak bersuara
Suara rakyat suara Allah
Suara penguasa pejabat pemodal
Yang kuat menguasai kanvas
membuat warna dengan harga
memberi makna dengan angka

Dalam samudera kata-kata
Suara berlomba sesuai angka
Suara menjadi tanpa warna
Suara menjadi tanpa.makna
Suara arus gelombang kuasa
Suara pecah ombak kepentingan
Suara diam pasir pantai
Suara makluk penghuni samudera
Suara asinnya fakta kehidupan
Terjadi bergerak siang malam

Dalam gelora roda zaman
di dunia digital milenial
Tsunami energi suara iptek
Entah apa warna maknanya
Entah siapa yang bicara
Entah siapa yang mendengar
Entah manusia atau robot
Suara orang tak bersuara
Suara rakyat suara Allah
Suara-suara tanpa warna
Suara aneka makluk digital
Suara-suara angka milenial
Penuh kuasa dan misteri
Entah sampai kapan

Berjuang Peduli dan Menghargai para Penjasa – Menulis Kehidupan 281