‘Mendadak Dangdut’ ala PPATK dan KPK dalam Kasus Skandal Pejabat Pajak

Menkeu Sri Mulyani besuk David

Upaya kerja keras, bersih dan profesional yang selama ini ditunjukkan Menteri Sri Mulyani disabotase oleh anak buahnya sendiri. Kasus penganiayaan brutal anak pejabat dinas pajak, menguak berbagai skandal di lingkungan instansinya. Sri Mulyani menjengkuk David yang masih koma di rumah sakit. foto instagram.

Oleh DIMAS SUPRIYANTO

SEIRING melesatnya kasus pejabat Ditjen Pajak, Rafael Alun Trisambodo,  yang memiliki kekayaan tak wajar untuk jabatannya sebagai  Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Jakarta Selatan II –   dan menjadi heboh, setelah anaknya, Mario Dandy Satriyo  (20)  melakukan penganiayaan brutal kepada David Latumahina  (17),  mendadak PPATK dan KPK bikin pernyataan  yang mengesalkan.

PPATK  Cium Transaksi Aneh di Kekayaan Rafel Alun Sambodo Sejak 2012 begitu tulis berita di Detik.comKPK Deteksi Kejanggalan Harta Pejabat Pajak Rafael Alun Sejak 2020, lapor laman Tempo.co

Dua duanya mengesalkan, karena benteng terakhir pembrantasan korupsi, seperti PPATK dan KPK,  terkesan  tak mengambil tindakan.  Cenderung mendiamkan. Menganggap bukan masalah.  

Barulah – setelah ada gegeran, skandal pejabat pajak terbongkar  –  mereka ikut heboh dan cuci tangan atau naik panggung. Timbul kesan, ada orang dalam yang sudah “kena sumpel” diam diam menutupi atau kena “jampi jampi”, sehingga “adem ayem”.

Bagi pengamat, ada dua sebab, kenapa penyimpangan hukum tidak diproses.  Pertama,  aparat tidak mampu bertindak. Kedua, karena terlibat dan ikut menikmati. Kemungkinan lain, dua duanya.  

Dan kini, setelah meledak kasus penganiayaan brutal itu –   PPATK dan KPK bersuara seolah cuci tangan.

ADALAH Menko Polhukam Mahfud MD  yang mengungkapkan,  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengirimkan transaksi aneh dari Rafael Alun Trisambodo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2012 lalu.  Meski demikian, Mahfud mengatakan transaksi aneh di laporan kekayaan pejabat berinisal RAT itu belum ditindaklanjuti oleh KPK. “Biar sekarang dibuka oleh KPK,” sambungnya, detikNews, Jumat (24/2/2023).

Berdasarkan penelusuran detik.com,  RAT pertama kali melaporkan harta kekayaannya pada KPK 2011 lalu  namun pada 2012 lalu, Rafael tidak tercatat telah melaporkan LHKPN miliknya. Padahal, saat itu Rafael A. Trisambodo sudah menjabat sebagai Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Kanwil DJP Jawa Timur I dan memiliki harta kekayaan mencapai Rp 20,49 miliar.

Selanjutnya, RAT pindah ke Kanwil DJP Jawa Tengah I pada 2013 hingga 2015, untuk posisi yang sama. Berdasarkan laporan yang ia sampaikan pada 22 Januari 2015 itu, tercatat sudah memiliki kekayaan mencapai Rp 35,2 M.  Namun di tahun yang sama, dia kembali melaporkan LHKPN-nya. Saat itu Rafael menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Situbondo.

Meski dua kali melapor LHKPN  di tahun yang sama, ternyata harta kekayaan yang dimiliki RAT mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebanyak Rp 2 miliar – tulis detik.com. Dalam laporan yang disampaikannya pada 28 September 2015, Ayah Mario Dandy itu, tercatat sudah memiliki harta kekayaan sebanyak Rp 39,3 M.

Kurang dari setahun menjabat, Rafael kemudian tercatat pindah jabatan sebagai Kepala Kantor Pelayanan Penanaman Modal Asing Dua. Saat itu dirinya kembali melaporkan harta kekayaannya sebesar Rp 39,8 miliar.

Di tahun 2017,   pada jabatan yang sama, Rafael sudah memiliki harta kekayaan mencapai Rp 41,4 miliar dan terus mengalami peningkatan hingga pada 2019 dirinya dilaporkan memiliki harta kekayaan mencapai Rp 44,2 miliar.

Terakhir, Rafael Alun Trisambodo diangkat untuk menjabat menjabat sebagai Kepala Bagian Umum di Kanwil DJP Jakarta II dirinya memiliki harta kekayaan mencapai Rp 56,1 miliar.

Menko Polhukham Mahfud MD dan Wakil Ketua Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) Nawawi Poplango – foto:ist.

SEDANGKAN  dari KPK, menyatakan, telah mendeteksi kejanggalan nilai harta pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo sejak lama.  Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan lembaganya sudah mengirimkan surat ke Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan tentang kejanggal itu sejak 2020.

 “KPK sebenarnya pernah mengirimkan surat pada Januari 2020 ke Irjen Kementerian Keuangan mengenai indikasi ini,” kata Nawawi, Jumat, 24 Februari 2023. Namun belum ada jawaban dari Irjen Kemenkeu itu.

Hasil analisis KPK, kata Nawawi, nilai harta Rafael tidak sesuai dengan profilnya. “Ada indikasi profilnya tidak sesuai dengan nilai harta kekayaan dalam LHKPN,” kata Nawawi.

Nawawi mengatakan telah meminta anak buahnya untuk menelusuri ada tidaknya surat jawaban tersebut dari Inspektorat Kemenkeu. “Saya lagi memintakan untuk menelusuri ada tidaknya surat jawaban dimaksud,” kata dia, seraya menyatakan telah memerintahkan Direktorat LHKPN untuk memeriksa kekayaan Rafael.

Bila ditemukan indikasi perbuatan korupsi, kata dia, KPK akan melakukan penyelidikan. “Tanpa bermaksud mendahului klarifikasi dan pemeriksaan, bila nanti ditemukan perbuatan korupsi, kami juga sudah meminta kepada Direktorat LHKPN untuk meneruskan temuan itu ke Direktorat Penyelidikan,” kata Nawawi.

Nawawi mengatakan sudah meminta Direktorat LHKPN untuk melakukan klarifikasi dan menyusun rencana pemeriksaan terhadap Rafael.

Bila Rafael tak mau datang, kata dia, KPK akan mendatangi pejabat pajak tersebut. “Tidak sekedar memanggil, tapi jika perlu didatangi,” kata dia.

Baik KPK maupun PPTK nampak mendadak sigap dan “mendadak dangdut”  setelah kasus heboh dan terekspos media. Ada berapa profil pejabat seperti RAT di Ditjen Pajak Kemenkeu? Hampir pasti, RAT tak sendirian dan bukan satu satunya yang memiliki kekayaan yang melambung dan tak sesuai profilnya.

Berawal dari pertikaian dua remaja, berujung penganiaytaan brutal, hingga korbannya koma, kini skandal dinas pajak yang menasional menjadi heboh.  Aksi pamer berkendara mewah ala ala anak pejabat Ditjen Pajak mengungkap harta kekayaan  ayahnya hingga Rp 56,1 miliar, mendekati  kekayaan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang berpengalaman sebagai direktur pelaksana bank dunia alias Managing Director Wolrd Bank – yang memiliki harta Rp 58 miliar.

Dampak skandal RAT megembet kemana mana. Terungkap,. 13 ribu pegawai dinas pajak belum melaporkan kekayaan, ada klub moge di Dirjen Pajak, dan entah apalagi.

Rakyat didesak taat pajak, pejabat pajak foya foya dari uang pajak dan tidak melaporkan kekayaannya. ***

Avatar photo

About Supriyanto Martosuwito

Menjadi jurnalis di media perkotaan, sejak 1984, reporter hingga 1992, Redpel majalah/tabloid Film hingga 2002, Pemred majalah wanita Prodo, Pemred portal IndonesiaSelebriti.com. Sejak 2004, kembali ke Pos Kota grup, hingga 2020. Kini mengelola Seide.id.