Elton John

Seide.id – Ini bukan ingin blanyongan tentang proses kreatif dan tetek-bengek hits-nya dari muda sampai sekarang yang popularitasnya relatif tak terputus. Atau lagu-lagu kerennya seperti: “Your Song”, “Goodbye Yellowbrick Road”, “We are falling love some time”, “Crocodile Rock”, Rocket Man”, “I guest why they call it the blues”, “Nikita”, “The Bridge”, “Sacreficed”, “Sorry seems to be the hardest word”,…dll. Kalok cerita itu sih dunsanak semua sudah pada tahu ‘kan?.

Elton John adalah mussisi ke-4 yang dianugerahi gelar Sir oleh kerajaan Inggris.
Sir, bagi gentelmen atau Dame bagi ladies.

Sir atau Dame, adalah gelar kehormatan yqng diberikan oleh kerajaan Inggris kepada seseorang yang dianggap telah melakukan hal-hal bermanfa’at kepada masyarakat dan berjasa kepada lingkungan sekitarnya. Dari lingkungan terdekat, lingkungan lebih luas, nasional dan syukur-syukur global.

Sir, berasal dari kata: Sieur, lengkapnya monsieur, bahasa Prancis yang berarti tuan. Akan halnya Dame, aku duga berasal dari kata madame. Gelar Dame (yang antara lain diberikan kepada Angelina Jollie) malah sempat jadi gurauan, karena kata Dame di depan nama selebriti itu terdengar seperti ‘damn’ yang artinya kira-kira: brengsek!, kurang ajar! atau kata makian lainnya.

Ada beberapa selebriti yang konon menolak pemberian gelar Sir itu. John Lennon (jika masih hidup) aku duga menolak. Karena dia adalah sosok yang kerap ngeledek (orang-orang dan para bangsawan) yang tinggal di istana. Dari beberapa peristiwa di sekitar ‘perseteruan’ antara John Lennon vs istana Inggris. Dari beberapa, ada 2 yang aku ingat, karena peristiwa itu terkenal. Waktu itu John Lennon sedang ‘ngocol-ngocolnya’. Gondrong, berewokan, kurus dan agak kumuh.. maklum baru pulang berguru spiritual, ‘belajar kehidupan’ di India dan belajar musik kepada Ravi Shankar.

Dalam suatu konser yang dihadiri oleh para bangsawan dan kerabat istana (kalau tak salah ada Ratu Elisabet juga). Ketika sambutan penonton bergemuruh, John berkata: “Ya, ya, ya,… para penonton di depan, rakyat jelata, silakan bertepuk tangan. Bagi para penonton yang duduk manis di balkon, jika enggan bertepuk tangan, ..silakan membunyikan, menggemerincingkan segenap perhiasan-perhiasan indah yang menempel di seluruh tubuh kalian!”.

Satu lagi tantangan sengak John kepada para pemuka agama yang ‘berlindung’ di sekitar istana, dia berkata lantang: “Mari kita adakan ‘konser bersama’. Kalian berceramah agama di istana. Saya membuat konser tak jauh dari situ. Lalu kita lihat, mana jumlah orang lebih banyak yang mendatangi konser kita”.

Nyok, kita kembali ke-Elton John..
Elton adalah salah satu dari sekian selebriti yang menerima gelar itu. Kita tak tahu adakah dia gembira, biasa-biasa saja atau bahkan ‘terpaksa’. Karena kita tak tahu, adakah gelar itu berpengaruh terhadap popularitas dan karirnya. Adakah kedekatannya itu atas ‘usul’ Lady Diana, yang bersahabat dengannya? Eh, tapi…kematian lady Diana, karena hubungannya dengan lelaki lain yang menyebabkan dia tewas akibat konspirasi istana Inggris. Beritanya masih simpang-siur sampai hari ini. Yang kita tahu, lalu Elton John menciptakan lagu berjudul: “Candle in the Wind” yang menjadi hit dunia.

Penerima gelar lain adalah: Paul McCartney, Mick Jagger, Alex Ferguson (palatif sepakbola yang namanya melagenda. Isaac Newton (yang ini gak usah dikasih tau ‘kali yee?), Lewis Hamilton, Jackie Stewart (dunia otomotif) dan…nha ini… Azyumardi Azra, profesor, ilmuwan, dan akademisi dari Indonsia.

‘Orang awam’ dan selebriti kita, konon beberap waktu lalu pernah ‘dilanda’ demam dan gandrung dengan penyematan gelar bangsawan di depan namanya dari daerah ningrat di Jawa. Entah bagaimana cara memperolehnya. Dan…apa pula gunanya.

Elton John, boleh dibilang, musisi yang sejak usia muda, popularitas dan kreatifitasnya hampir tak pernah putus, …”kagak ade matinye” kata anak Betawi. Mungkin karena selalu up-date, atau warna musiknya antara rock, blues, jazz, pop ,…dan …pokoknya enak didengarlah.

Ada perkataan tajamnya yang diarahkan kepada Madonna yang menurut rumor, melakukan suatu konser musik dengan cara… lipsinc. Elton John berkata tajam, tanpa tedeng aling-aling: “Penyanyi yang melakukan konser secara lipsinc, itu sungguh nista. Sangat layak ditempeleng!”.

Konser-konser Elton John yang paling aku suka adalah, ketika dia membawakan lagu-lagu Billy Joel, sementara Billy Joel membawakan lagu-lagu Elton John. Kebetulan ke-duanya adalah musisi, penyanyi, pemain piano hebat dan pencipta lagu-lagu asyik. Siapa pun penggagasnya sehingga mereka bertemu dalam satu panggung, itu adalah gagasan kereeen.

Dunsanak masih ingat dengan musisi Sukabumi yang wajah dan penampilannya mirip Elton John? Lengkap dengan jaket berkerah bulu-bulu berwarna pink dan ‘jidat ekstra luas'(ini bukan pilihan)nya?. Yak, betul ,…Farid Harja. Beberapa lagunya seperti: “Karmila”, “Telaga Sagawarna”, “Ikan laut pun menari di bawah lenganmu”, “Panglima Soedirman”, “Ranjang Pengantin” ..dll sempat menjadi hits.


Ilustrasi: Karikatur Elton John, aku corat-coret dengan media pensil dan akrilik di kertas linen berukuran sekitar 40x50cm…

(Aries Tanjung)

Bob, Seniman Tiga Zaman