Jurnalisme Sudah Mati !

Jurnalisme Sudah Mati

Ini adalah Zaman Kebingungan ( Confused Era). Banyak terjadi kebingungan orang untuk terus hidup di antara dunia fisik ( visible) dan dunia maya ( invisible). Dunia OffLine dan Online.

Seorang isteri bingung ketika sedang memasak Gulai Ayam, tiba-tiba datang seseorang ( Gojek), mengirim Gulai ayam. Persis yang ia masak. Isteri hidup dalam kecerdasan alami manusia. Suami sedang beradaptasi dengan dunia digital. Yang tadinya tak ada, dengan sentuhan di ponsel menjadi ada. Gulai ayam tadi. 

Seorang bayi setelah lahir, langsung memegang erat-erat ponsel, sebab itu naluri jabang bayi saat masih dalam perut kandungan sang ibu. Sang ibu, sang ayah dan semua kakaknya, termasuk orang lainl memiliki agama yang sama : agama ponsel ( telepon seleluler). Dimana, di dalamnya, ayah ibu dan semua warga dunia bisa mencari jawaban yang diinginkan, yang tak bisa dijawab di mesjid, gereja, vihara, pura dan tempat keheningan spiritual lainnya. 

Bayi yang kelak besar, ia akan menjadi anak muda. Mereka ini memiliki sebutan mewah; milenial atau generasi gen-z. Generasi seluler yang hidup di dunia maya. 

Mereka tidak menanam sayur dan buah di sawah. Mereka juga tidak menambang di pegunungan. Melainkan di depan sebuah meja dengan laptop atau layar komputer besar. Di sanalah mereka bertani dan menambang. Mereka menanam saham di depan layar dan ,menambang digital money atau yang akrab dijuluki mata uang Krypto. 

BACA KARYA JURNALIS LAIN:

3500 TAHUN PROFESI PENULIS

KETIKA PARA PENULIS MELAWAN RAKSASA GOOGLE

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.