Jurnalisme Sudah Mati
Dapatkah anda, para jurnalis, menulis dengan gaya dan karakter anda sendiri, tanpa mempedulikan aturan yang dibuat robot google ? Mungkin bisa, melalui blok pribadi atau nekad memasukkan sendiri melalui WordPress dan mengunggahnya ke internet, tapi tak mudah dicari pembaca sebab tak menggunakan SEO.
Media dan jurnalis yang sudah bisa memahami kaidah dunia maya dan tetap ingin bekerja untuk memperoleh uang, tentu saja harus mengikuti google. Jikapun tidak, ia bisa saja menyerahkan karyanya pada redaksi, lalu ediotor akan menyesuaikan karya tulis sang jurnalis dengan bahasa google. Tetapi, sekali lagi, kepribadian dan gaya bahasa sang jurnalis tak ada, sebab sudah diganti oleh editor yang taat pada ayat-ayat yang ada di SEO.
Anda, penulis, jurnalis yang biasanya memiliki karakter dan gaya penulisan, tak lagi dikenali pembaca ketika tulsan anda dibalut dengan SEO. Apalagi dipintal ( spinned) oleh mesin.
Dimana karakteristik karya sang jurnalis ? Dimana kaidah-kaidah jurnalistik yang selama ini dipahami para pembaca dan dikagumi ? Tidak ada. Dimana nilai-nilai jurnalisme ketika semua media sudah melakukan tulis ulang atau membuatkah tulisan melalui Mesin Pemintal. Tak ada. Jurnalistik dan jurnalisme berikut jurnalis sudah mati. Anda bahkan tidak menjumpai kredo paling sakti yang diciptakan para jurnalis heibat dan terkenal; enak dibaca dan perlu.
Tulisan yang mengikuti kaidah SEO, dipintal dengan mesin pintal, tak bernyawa. Tidak semua enak dibaca dan hampir semua tidak perlu. Jurnalisme telah mati.
SELANJUTNYA > JURNALIS SEO






